Kelebihan dan kekurangan investasi apartemen perlu Anda ketahui sebelum betul-betul berinvestasi pada hunian vertikal itu. Dengan kata lain, Anda jangan terburu-buru melakukan investasi apartemen namun melupakan detail-detail yang penting untuk diperhatikan.
Apartemen kini menjadi primadona masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, masyarakat pun ingin melakukan investasi pada hunian vertikal itu.
Investasi apartemen memang sangat menguntungkan karena harganya akan terus mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan peningkatan permintaan masyarakat lebih cepat dibandingkan dengan ketersediaan apartemen.
Salah satu yang memengaruhi permintaan masyarakat terhadap apartemen tinggi adalah letaknya yang strategis. Ya, apartemen sering kali di bangun di area Central Business District (CBD), kawasan kampus, dekat perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Di sisi lain, apartemen menawarkan sejumlah fasilitas yang menarik. Mulai dari kolam renang, pusat olahraga, tempat bermain anak dan lainnya. Hal ini juga memengaruhi permintaan masyarakat terhadap apartemen tinggi.
Namun, bukan berarti investasi apartemen tidak memiliki kekurangan. Jadi, selain kelebihannya, Anda juga perlu mengetahui kekurangan dari investasi apartemen. Nah, kali ini kita akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan investasi apartemen.
Kelebihan Investasi Apartemen
1. Permintaan Masyarakat Tinggi
Seperti disinggung di atas, permintaan masyarakat terhadap apartemen tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, ketersediaan apartemen tidak bisa mengimbangi tingginya permintaan masyarakat.
Hal ini menjadikan investasi apartemen memiliki prospek yang gemilang. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari investasi hunian vertikal ini dengan cara menjualnya kembali atau menyewakannya.
Sebagai tips investasi apartemen, segeralah membeli apartemen pada saat harganya masih murah. Nah, jika ingin menjualnya, tunggu beberapa tahun hingga harga apartemen cukup tinggi.
2. Risiko Hunian Kosong Rendah
Masih berkaitan dengan permintaan masyarakat terhadap apartemen tinggi. Hal ini juga membuat risiko hunian kosong sangat rendah.
Jika Anda ingin menjual atau menyewakan apartemen, Anda tidak perlu terlalu bersusah payah untuk mendapatkan klien. Apalagi jika apartemen yang Anda beli terletak di tempat strategis dan memiliki fasilitas yang menarik.
3. Sewa Apartemen Rata-rata di Batas Menengah
Keuntungan dari menyewakan apartemen bisa cukup besar. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan masyarakat rata-rata menyewa apartemen untuk 2 hingga 3 tahun ke depan, alias dalam jangka waktu batas menengah.
Tentunya, setelah masa sewa sudah habis, Anda bisa menyewakan apartemen ke orang lain atau ke orang yang sama yang ingin memperpanjang masa sewanya. Dari situ-lah keuntungan yang Anda dapat jika ingin menyewakan apartemen.
4. Apartemen Studio Ramah Lingkungan
Anda juga boleh melakukan investasi apartemen tipe studio. Apartemen yang berukuran minimalis ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan tipe lainnya.
Ya, mengingat ukurannya yang tidak besar, apartemen studio cukup membutuhkan satu air conditioner. ‘Sifatnya’ yang ramah lingkungan inilah yang bisa membuat masyarakat tertarik membeli atau menyewa apartemen studio, terutama masyarakat yang cinta lingkungan.
Kekurangan Investasi Apartemen
Jika memahami kelebihan di atas, Anda mungkin berpikiran investasi apartemen sangat menguntungkan. Namun ketahuilah, investasi apartemen juga memiliki kekurangan, yakni sebagai berikut:
1. Apartemen Tidak Jadi Dibangun
Selain sudah siap huni, apartemen biasanya ditawarkan kepada masyarakat masih dalam keadaan belum dibangun. Nah, risiko terbesar yang Anda hadapi terkait hal ini adalah apartemen tersebut tidak jadi dibangun.
Bukan tanpa alasan, biasanya pihak pengembang (developer) mengalami sejumlah persoalan sehingga pembangunan apartemen sulit untuk direalisasikan. Jika mengalami kejadian ini, Anda bisa rugi ratusan juta rupiah atau bahkan miliaran rupiah.
Oleh karena itu, sebagai tips penting bagi Anda yang ingin melakukan investasi apartemen untuk mengecek rekam jejak (track record) dari pihak pengembang. Sebab, kualitas pengembang sangat memengaruhi pembangunan dan kualitas apartemen.
2. Ada Biaya Bulanan
Anda tidak akan dibebaskan dengan tanggungan bulanan jika memutuskan untuk investasi apartemen. Ya, investor apartemen harus mengeluarkan biaya bulanan untuk biaya perawatan, parkir, sinking fund dan lainnya.
Di sisi lain, jika Anda ingin melakukan renovasi interior apartemen, maka Anda juga perlu menyiapkan biaya tambahan lagi.
3. Perawatan Apartemen Tergantung Manajemen
Anda bisa saja dibuat rugi karena apartemen milik Anda tidak terawat sehingga orang lain tidak tertarik membeli atau menyewanya. Pasalnya, perawatan apartemen ini tergantung dengan pihak manajemen gedung.
Apabila pihak manajemen gedung tidak menjalankan tugasnya dengan baik, hal itu akan berdampak pada kondisi apartemen Anda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan pihak manajemen gedung betul-betul menjalankan perannya dengan profesional.
4. Bunga KPA Meroket
Salah satu cara melakukan investasi apartemen adalah memanfaatkan program Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Program ini kerap menjadi pilihan masyarakat untuk memiliki apartemen melalui ‘jalan pintas’ karena tidak memiliki cukup dana.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan ‘jalur pintas’ itu, perlu Anda ketahui bahwa angsuran KPA bisa saja meroket karena terdapat suku bunga tidak tetap. Hal ini akan memberatkan jika Anda menyiapkan risiko ini di awal.
Itulah kelebihan dan kekurangan investasi apartemen. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik untuk melakukan investasi pada hunian vertikal tersebut.